Peter de Roo, Pelatih Anyar Persis Solo: “Indonesia Punya Bakat Luar Biasa, Tinggal Bangun Sistem yang Konsisten”
iNews Bukittinggi- Persis Solo membuka lembaran baru dengan menunjuk pelatih asal Belanda, Peter de Roo, sebagai juru taktik utama mereka. Pria yang kaya pengalaman di berbagai negara ini langsung memberikan pandangan tajam tentang sepak bola Indonesia. Baginya, Tanah Air punya bakat besar dan semangat luar biasa, namun masih membutuhkan struktur yang matang dan konsistensi jangka panjang untuk benar-benar bersaing di level global.
Peter bukan sosok sembarangan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Teknik di Australia dan Malaysia, serta menukangi klub Singapura, Balestier Khalsa. Dengan rekam jejak lintas negara itu, ia membawa misi bukan hanya untuk membesarkan Persis Solo, tapi juga memberikan kontribusi berarti bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Baca Juga : 139 Pembalap Ramaikan Kejurnas Mandalika 2025, Berebut Tiket ke Akademi Valentino Rossi!
Membandingkan Indonesia dengan Belanda, Australia, dan Malaysia
De Roo sudah mengamati perkembangan sepak bola Indonesia sejak lama, bahkan sebelum dirinya resmi bergabung dengan Persis. Ia melihat langsung karakter permainan lokal, potensi pemain muda, dan dinamika kompetisi domestik. Menurutnya, ada semangat besar di balik sepak bola Indonesia—hal yang jarang ia temui di negara lain.
Namun, dari perspektif profesional yang telah teruji di empat negara, Peter melihat bahwa perbedaan mencolok terletak pada struktur pengembangan jangka panjang.
“Di Belanda dan Australia, sistem pengembangan pemain muda sangat terstruktur. Mulai dari akademi, pelatihan pelatih, hingga penggunaan data analitik, semuanya terintegrasi dalam sistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” ujar pelatih berusia 55 tahun itu.
Sementara di Indonesia, semangat dan bakat alami pemain sangat tinggi, tetapi sistem pendukung seperti pendidikan pelatih, pembinaan usia dini, hingga visi taktik jangka panjang masih dalam tahap berkembang.
Potensi Besar Indonesia yang Perlu Dimaksimalkan
Peter melihat bahwa pemain Indonesia memiliki teknik dan kreativitas yang menjanjikan. Hal ini menurutnya adalah fondasi kuat yang bisa membawa Indonesia melangkah jauh, asalkan dibarengi dengan keseriusan dalam membangun sistem berkelanjutan.
“Saya melihat banyak pemain muda yang punya bakat hebat, tetapi tanpa fondasi sistematis, potensi mereka bisa terbuang percuma. Perlu konsistensi dalam pembinaan usia dini, serta pendidikan pelatih yang lebih komprehensif,” tambahnya.
Dia juga menekankan pentingnya membangun gaya bermain khas Indonesia yang tidak hanya atraktif, tetapi juga efisien secara taktik. Menurutnya, menemukan identitas permainan adalah salah satu kunci utama agar Indonesia bisa bersaing di level internasional.
Harapan Baru untuk Persis Solo dan Sepak Bola Nasional
Sebagai pelatih Persis Solo, Peter de Roo membawa filosofi kepelatihan yang menggabungkan kedisiplinan ala Eropa dengan adaptasi terhadap karakteristik lokal. Ia yakin bahwa Laskar Sambernyawa bisa menjadi contoh klub modern yang mampu mengembangkan pemain muda secara optimal sekaligus bermain dengan gaya yang konsisten.
“Saya ingin membantu Persis Solo membangun fondasi yang kuat, bukan hanya untuk sukses jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Klub ini punya semangat, suporter fanatik, dan infrastruktur yang sedang berkembang. Ini kombinasi ideal untuk menciptakan sesuatu yang besar,” kata Peter dengan optimistis.
Dengan pengalaman internasional dan mata tajam dalam mengidentifikasi bakat, pelatih asal Belanda ini berharap dapat memberikan dampak nyata tidak hanya bagi Persis Solo, tetapi juga menginspirasi perubahan positif di sepak bola Indonesia secara umum.
“Indonesia punya segalanya: gairah, bakat, dan budaya sepak bola yang kuat. Sekarang tinggal menyatukan semuanya lewat sistem yang jelas dan visi jangka panjang,” tutup Peter de Roo.












