Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Pemko Bukittinggi Siapkan Penataan Pasa Ateh, Toko Tak Aktif Dialihkan

Shoppe Mall

iNews Bukittinggi – Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi tengah menyiapkan langkah strategis untuk melakukan penataan kawasan Pasa Ateh, salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bukittinggi. Salah satu fokus penataan tersebut adalah pengalihan kios dan toko yang tidak aktif agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pedagang yang benar-benar beroperasi.

Kebijakan ini dilakukan untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan, meningkatkan kenyamanan pengunjung, serta memperkuat fungsi Pasa Ateh sebagai ikon ekonomi dan pariwisata kota.

Shoppe Mall

Optimalisasi Pemanfaatan Kios dan Toko

Pemko Bukittinggi menilai masih terdapat sejumlah kios dan toko di kawasan Pasa Ateh yang tidak digunakan secara maksimal, bahkan ada yang dibiarkan kosong dalam waktu lama. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada menurunnya dinamika perdagangan dan mengurangi daya tarik pasar.

Melalui penataan ini, toko dan kios yang tidak aktif akan dialihkan kepada pedagang yang siap berjualan secara aktif dan konsisten.

“Tujuannya agar seluruh ruang usaha di Pasa Ateh benar-benar hidup dan memberi manfaat ekonomi,” ujar perwakilan Pemko Bukittinggi.

Pendataan Pedagang Jadi Langkah Awal

Sebagai tahap awal, Pemko Bukittinggi melalui instansi terkait akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kios dan toko, termasuk tingkat aktivitas pedagang. Pendataan ini menjadi dasar penentuan kios yang masih aktif, kurang aktif, maupun tidak aktif sama sekali.

Hasil pendataan tersebut akan digunakan sebagai bahan evaluasi sebelum kebijakan pengalihan kios diterapkan.

Penataan Demi Kenyamanan dan Ketertiban

Penataan Pasa Ateh tidak hanya menyasar aspek pemanfaatan kios, tetapi juga mencakup peningkatan kenyamanan, kebersihan, dan ketertiban kawasan pasar. Pemko ingin menciptakan suasana pasar yang lebih tertata, rapi, dan ramah bagi pengunjung maupun wisatawan.

Dengan kios yang terisi dan aktivitas jual beli yang berjalan optimal, diharapkan Pasa Ateh semakin menjadi tujuan utama belanja di Bukittinggi.

Pasa Ateh
Pasa Ateh

Baca juga: MUI Bukittinggi Kukuhkan 14 Lulusan Pendidikan Dasar Ulama

Perlindungan Hak Pedagang

Pemko Bukittinggi menegaskan bahwa kebijakan pengalihan kios akan dilakukan secara adil dan transparan, dengan tetap memperhatikan hak-hak pedagang lama. Pedagang yang masih aktif dan mematuhi ketentuan akan tetap diberikan ruang usaha sesuai aturan.

Sosialisasi akan dilakukan sebelum kebijakan diterapkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan pedagang.

“Kami akan mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog dengan pedagang,” jelas pihak Pemko.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Penataan Pasa Ateh diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor perdagangan dan UMKM. Dengan kios yang aktif dan pasar yang hidup, perputaran ekonomi masyarakat diyakini akan meningkat.

Pemko juga berharap penataan ini berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang serta kontribusi sektor perdagangan terhadap pendapatan daerah.

Sinergi dengan Pedagang dan Pengelola Pasar

Pemko Bukittinggi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengelola pasar, dan para pedagang dalam menyukseskan penataan Pasa Ateh. Kerja sama ini dinilai krusial agar kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pedagang juga diimbau untuk menjaga kebersihan, ketertiban, serta memanfaatkan kios secara optimal sesuai peruntukannya.

Harapan ke Depan

Dengan penataan yang terencana dan berkelanjutan, Pemko Bukittinggi optimistis Pasa Ateh dapat semakin berkembang sebagai pusat perdagangan modern yang tetap mempertahankan ciri khas pasar tradisional.

Penataan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat citra Pasa Ateh sebagai ikon kebanggaan Kota Bukittinggi.

Shoppe Mall