iNews Bukittinggi – Wali Kota Bukittinggi menyerahkan bantuan pendidikan kepada 262 pelajar yang terdampak bencana galodo (banjir bandang) di wilayah Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan serta upaya meringankan beban siswa dan keluarga pascabencana.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan disaksikan oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak sekolah, serta para orang tua siswa penerima manfaat.
Perhatian Pemkot pada Pelajar Terdampak Bencana
Wali Kota Bukittinggi menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok rentan yang harus mendapatkan perhatian khusus setelah bencana. Galodo tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga berdampak langsung pada kelangsungan pendidikan anak-anak, mulai dari hilangnya perlengkapan sekolah hingga terganggunya proses belajar mengajar.
“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah dan tidak kehilangan semangat belajar meskipun terdampak bencana,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.
Bantuan Pendidikan untuk Ringankan Beban Keluarga
Bantuan yang diserahkan kepada 262 pelajar tersebut berupa dukungan biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah, yang diharapkan dapat membantu siswa kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman. Bantuan ini menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan yang terdampak langsung galodo.
Pemkot Bukittinggi berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak di tengah kondisi pemulihan pascabencana.

Baca juga: Bukittinggi dan Sumbar Gelar Bimtek Pelayanan LKKS & Pilar Sosial
Sinergi Pemulihan Pascagalodo
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemulihan pascabencana yang dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi. Selain bantuan pendidikan, pemkot juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam penanganan dampak galodo, termasuk perbaikan infrastruktur, bantuan sosial, dan dukungan psikososial.
Langkah ini dinilai penting agar proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan pendidikan.
Dorong Semangat dan Ketahanan Mental Pelajar
Selain bantuan materi, Wali Kota juga memberikan motivasi kepada para pelajar agar tetap optimistis dan bersemangat mengejar cita-cita meskipun sedang menghadapi cobaan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi pelajar hingga kondisi benar-benar pulih.
Pihak sekolah pun diimbau untuk memberikan dukungan tambahan kepada siswa terdampak, termasuk pendampingan psikologis apabila diperlukan.
Komitmen Pemkot Bukittinggi pada Dunia Pendidikan
Pemkot Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas, termasuk dalam situasi darurat dan pascabencana. Pemerintah berupaya memastikan tidak ada pelajar yang tertinggal akibat dampak bencana alam.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para pelajar korban galodo dapat kembali fokus belajar dan menatap masa depan dengan lebih baik, seiring berjalannya proses pemulihan di wilayah terdampak.












