Bukittinggi Perkuat Fondasi Wisata Kesehatan, Apresiasi Pengabdian Masyarakat PDS PatKlin
iNews Bukittinggi– Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKlin) Sumatera Barat atas komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ir. H. Ibnu Asis, M.Si., dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar oleh PDS PatKlin bekerja sama dengan Universitas Mohammad Natsir (UMN) Bukittinggi, Selasa lalu.
Kegiatan yang menyasar masyarakat luas ini menyuguhkan pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan (edukasi) kesehatan, sebuah langkah nyata yang selaras dengan visi Pemerintah Kota Bukittinggi untuk membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Dalam sambutannya, Ibnu Asis tidak hanya menyampaikan terima kasih, tetapi juga menekankan pentingnya sinergi segitiga antara pemerintah daerah, institusi pendidikan kesehatan, dan tenaga medis profesional.
“Inisiatif yang ditunjukkan oleh PDS PatKlin dan UMN Bukittinggi ini merupakan contoh konkret kolaborasi yang kita butuhkan. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi seperti inilah yang akan mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ibnu Asis.
Merajut Masa Depan: Bukittinggi sebagai Pusat KEK Kesehatan
Wawako Ibnu Asis juga mengangkat wacana strategis yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia mengungkapkan bahwa Gubernur Sumbar saat ini aktif mengampanyekan wilayah utara Sumatera Barat, dengan Bukittinggi sebagai episentrumnya, untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang kesehatan.
“Ini bukan hanya wacana, tetapi sebuah langkah visioner. Dengan segala potensi yang kita miliki, Bukittinggi layak dan sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pusat destinasi kesehatan di Sumatera Barat,” tegasnya.
Baca Juga: Sebuah Terobosan: Wawako Bukittinggi Luncurkan Tabungan Haji bagi Pelajar Madrasah
Potensi yang dimaksud bukanlah isapan jempol belaka. Kota yang berjuluk “Kota Wisata” ini memiliki fondasi yang kuat di sektor kesehatan. Ibnu Asis memaparkan data yang menguatkan posisi Bukittinggi: 18 perguruan tinggi yang beberapa di antaranya merupakan kampus dengan fokus ilmu kesehatan, ditopang oleh 7 rumah sakit dan 7 puskesmas yang tersebar di seluruh penjuru kota.
“Infrastruktur kesehatan kita sudah memadai. Yang kita tingkatkan sekarang adalah kualitas layanan, aksesibilitas, dan tentu saja, promosi bahwa Bukittinggi bukan hanya destinasi wisata kuliner dan budaya, tetapi juga wisata kesehatan,” imbuhnya.
Dengan menggabungkan daya tarik wisata alam dan budayanya yang sudah mendunia, seperti Jam Gadang dan Ngarai Sianok, dengan layanan kesehatan yang berkualitas, Bukittinggi berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang menginginkan paket lengkap: berwisata sambil mencheck-up kesehatan atau menjalani pemulihan di lingkungan yang asri dan menenangkan.












