Bukittinggi Gelar Aksi Bela Palestina: Solidaritas Membuncah di Jantung Ranah Minang
iNews Bukittinggi– Udara pagi yang sejuk di kawasan Car Free Day Bukittinggi, Minggu (12/10), tidak hanya diisi oleh riuh rendah para pesepeda dan pejalan kaki. Hari itu, gelombang rasa kemanusiaan dan solidaritas mengalir deras menyusuri jalanan kota yang berjuluk “Kota Wisata” ini. Dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat menyatu dalam satu tekad: “Aksi Bela Palestina.”
Aksi Udara yang digagas bersama oleh Qupro Indonesia dan Aliansi Kemanusiaan Indonesia (AKSI) ini berhasil memadukan semangat kebangsaan, seni, dan kepedulian global dalam sebuah gelaran yang penuh makna. Mereka tidak hanya datang untuk berorasi, tetapi untuk menunjukkan bahwa dari sebuah kota di Sumatera Barat, doa dan dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina bergema dengan lantang.
Long March dan Bendera 20 Meter: Simbol Persaudaraan yang Tak Terputus

Aksi Udara dimulai dengan long march yang penuh khidmat. Para peserta, terdiri dari mahasiswa, aktivis, orang tua, hingga anak-anak muda, berjalan beriringan. Sorotan utama adalah sebuah bendera raksasa sepanjang 20 meter yang dibentangkan secara bersama-sama. Bendera tersebut memadukan merah-putih Indonesia dan hitam-putih-hijau Palestina, menjadi sebuah visual yang powerful tentang ikatan solidaritas yang erat antara dua bangsa.
Baca Juga: Kemacetan Parah di Gerbang Bukittinggi, Andre Rosiade Perjuangkan Solusi Underpass Padang Lua
“Bendera sepanjang 20 meter itu bukan sekadar kain. Ia adalah metafora dari jembatan panjang rasa kemanusiaan yang menghubungkan hati kami di Bukittinggi dengan saudara-saudara kami di Palestina. Setiap meter yang kami bentangkan adalah doa dan harapan untuk perdamaian,” ujar salah seorang koordinator aksi.
Irama dan orasi kebangsaan mengiringi langkah mereka, mengingatkan semua pihak bahwa semangat anti-penjajahan yang menjadi fondasi Indonesia, harus pula diteriakkan untuk bangsa lain yang masih berjuang meraih kemerdekaannya. Penampilan musik bertema perdamaian menambah nuansa haru, mengubah aksi protes menjadi sebuah ritual kebudayaan yang mendalam dan menyentuh hati.
Bukan Sekadar Seremonial: Wakil Wali Kota Tekankan Esensi Kemanusiaan
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, dengan tegas menekankan bahwa aksi ini jauh dari sekadar seremoni belaka. Ia mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, menunjukkan bahwa isu kemanusiaan seperti Palestina mampu mempersatukan berbagai perbedaan.
“Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan dan menguatkan rasa kemanusiaan dan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ini adalah bentuk pendidikan karakter bagi masyarakat kita, terutama generasi muda, untuk tidak apatis terhadap penderitaan sesama, di mana pun mereka berada,” tegas Ibnu Asis dengan suara yang berwibawa.
Lebih lanjut, ia menegaskan posisi Kota Bukittinggi. “Aksi hari ini adalah sebuah pernyataan politik yang jelas. Bukittinggi peduli, Bukittinggi hadir dalam doa, dan Bukittinggi mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Kami, sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar, memiliki kewajiban moral untuk terus menyuarakan keadilan.”












